Buku
Tinjauan hukum terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi gugus tugas percepatan penanganan corona virus desease (2019) di kabupaten banggai berdasarkan surat edaran menteri dalam negeri
"Tinjauan Hukum Terhadap Pelaksanaan Tugas dan Fungi Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Banggai Berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Neger No. 440/2622/SJ", (dibimbing oleh Dri Sucipto, Selaku Pembimbing I dan Asis Harianto, Selaku Pembimbing II). Penelitian dalam rangka penulisan skripsi dilakukan untuk mengetahui Pelaksanaan Tugas dan Fungi Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Banggai dan Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pelaksanaan Tugas dan Fungi Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Penelitian in menggunakan metode penelitian yuridis empiris yaitu penelitian yang memperoleh data primer yaitu data langsung dari Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 dan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19. Lokasi Penelitian terdiri dari dua Lokasi yaitu di Kantor Bupati Bag. Sekretariat Gugus Penanganan COVID-19 dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai. Sumber Data meliputi Data Primer dan Data Sekunder. Teknik Pengumpulan Data melalui Observasi, wawancara, dokumentasi data yang diperolen dianalisis dan di paparkan secara sistematik dan dengan metode kualitatif. Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang diperoleh hasil bahwa Pelaksanaan Tugas dan Fungi Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Banggai sudah terlaksana sesuai Peraturan Perundang-undangan tetapi belum maksimal terlaksana karena mash terdapat Faktor-Faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaan Tugas Gugus COVID-19. Adapun faktor - faktor yang mempengaruhi terdapat 2 yaitu Faktor Pendukung antara lain, Adana Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2020 Tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Desease (2019), Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.
440/2622/SJ Tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Daerah, Adana Koordinasi antar Forkopimda, ketersediaan dana, tenaga meds yang sip siaga, Fasilitas Kesehatan , yang memadai, Relawan, yang kedua yait Faktor Penghambat antara lain, Kurangnya Pemahaman dan Kesadaran Masyarakat dan Penolakkan Pelabelan bagi pasien isolasi mandiri di rumah, Tidak adanya dana khusus pada masa tanggap darurat.
| UML-S.2021.0215 | SKR-2021 REF t | Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Luwuk | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain