Buku
Penggunaan Batu Bamping Ex. Gunung Kautu Di Kabupaten Banggai Kepulauan Sebagai Agregat Kasar Pada Campuran Beton
Penggunaan batu gamping eX. Gunung Kautu Di Kabupaten Banggai Kepulauan sebagai agregat kasar campuran beton Batu gamping adalah batuan sedimen yang utamanya tersusun darikalsium karbonat (CaCO3) dalam bentuk mineral kalsit. Di Indonesia, batu gamping sering di sebut juga dengan istilah batu kapur, sedangkan istilah luarnya biasa di sebut "liestone". Beton didefinisikan sebagai
campuran dari bahan penyusun yang terdiri dari bahan semen hidrolik (Portland cement), agregat halus, agregat kasar dan air dengan atau tanpa menggunakan bahan tambah (admixture atau additive). Keempat komponen ini di campur sedemikian rupa dengan perbandingan yang bermacam-macam, disesuaikan dengan target mutu kekuatan beton yang kita inginkan.mutu atau kekuatan beton ini maksudnya adalah kekuatan beton dalam menerima gaya tekan sampai beton tersebut pecah (crash). Pengukuran beton ini dapat dengan beberapa macam alat, seperti mesin penetration test ( di laboratorium) atau dengan alat sederhana Hammer Test. Kuat tekan beton adalah besarnya beban per satuan luas yang menyebabkan benda uji beton hancur bila dibebani dengan gaya tekan tertentu, yang dihasilka oleh mesin tekan. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan kuat tekan (compressive strength) beton dengan benda uji berbentuk silinder dan kubus yang dikerjakan di laboratorium maupun di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian di tahun 2018 dapat disimpulkan bahwa untuk mendapatkan hasil yang maksimum dalam penggunaan batu gamping sebagai komposisi campuran beton tiap m3 digunakan semen 323 kg, agregat halus 635,80 kg, agregat kasar batu gamping 354,231 kg, agregat kasar batu kali 826,539 kg dan air 185 kg.
| UML-S.2021.0379 | SKR-2018 REF p | Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Luwuk | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain