Buku
Analisis Pengembangan Runway Dan Apron Bandara Udara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk Berdasarkan Peramalan (Forecasting)
Analisis Pengembangan Runway dan apron Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir Bubung Luwuk Berdasarkan Peramalan (Forescasting). (Dibimbing ole Diah Hariyami dan Sopnita Ismail)
Studi ini bertujuan untuk model kenaikan jumlah penumpang dan cargo, dimensi landasan pacu (Runway) dan dimensi Apron Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir Bubung Luwuk berdasarkan metode Peramalan (forecasting). Langkah awal dalam penelitian in adalah menghitung pertumbuhan penumpang datang dan berangkat serta cargo dengan memproyeksikan hingga 10 tahun ke dean (2026) dengan model trendline, dimana setiap tahunnya mengalami pertambahan jumlah arus lalulintas. Adapun tahapan penelitian ini meliputi : pengumpulan data sekunder berupa data kecepatan angin, rata - rata suhu udara, arus lalulintas, pesawat rencana, eksisting bandar udara, nilai CBR lapangan dan kondisi wilayah. Selanjutnya menentukan pesawat yang akan beroperasi pada masa mendatang berdasarkan proyeksi dengan model trendline dan kebijakan investasi Departemen Perhubungan Udara khususya pada Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir Bubung Luwuk. Disimpulkan bahwa pesawat rencana yang beroperasi pada Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir Bubung adalah type B-737-200 dan B-727-200. Hail perhitungan dimensi runway dengan kemiringan memanjang tidak melampaui 3 % dan kemiringan melintang tidak melebihi 1.5 %, berukuran 3.100 m x 45 m. Struktur perkerasan dihitung dengan menggunakan metode FAA sehingga diperoleh Tebal perkerasan total 100 cm, tebal subbase 55 cm menggunakan material batu pecah yang distabilisir, teal surface untuk daerah kritis 10 cm dengan lapis permukaan Asphalt Treated Base (ATB) serta tebal base coarse 35 cm menggunakan material sirtu yang distabilisir. Dimensi apron berukuran 203 m × 114 m menggunakan metode FAA diperoleh tebal total 35.56 cm, tebal subbase 17.78 cm, Teal permukaan untuk daerah kritis 10, 16 cm dan untuk daerah non kritis 7,62 cm dan tebal Base coarse 25.40 cm, pada prinsipnya ukuran Apron ditentukan oleh banyakya Stand, ukuran pintu dan cara parkir pada masing-masing pintu. Kemiringan Apron harus dipertahankan minimum sesuai dengan kebutuhan drainase yang baik, tidak bole melebihi 1% tetapi dipintu-pintu dimana pesawat sedang mengisi bahan bakar kemiringan tidak bole melebihi 0,5%.
| UML-S.2021.0384 | SKR-2017 REF a | Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Luwuk | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain