Buku
Korelasi Antara Jumlah Passing Vibrator Roller Dan Jumlah Kadar Air Terhadap Tingkat Kepadatan Agregat Kelas Pada Proyek Jalan Ruas Toili-Rata
KORELASI ANTARA JUMLAH PASSING VIBRATOR ROLLER DAN JUMLAH KADAR AIR TERHADA TINGKAT KEPADATAN AGREGAT KELAS PADA PROYEK RUAS TOILI - RATA(Dibimbing oleh Diah Hariyami dan MukhtarLutfi). Ruas Jalan Penelitian terletak di Toili - Rata yang merupakan salah satu Jalan yang ada di Kabupaten Banggai yang seringkali terjadi penurunan di badan jalan. Dampak yang ditimbulkan oleh penurunan jalan berupa kerusakan fisik, ketidak nyamanan pengendara dan sering teriadinya laka lantas. Berdasarkan dari hasil penelitian menunjukan bahwa dengan menggunakan metode sand cone dengan jumlah passing 4 kadar air 1,56% dengan tingkat kepadatan lapangan yang didapatkan 58,76%, passing 6 kadar air 4,55% dengan tingkat kepadatan lapangan yang didapatkan 80,53%, passing 8 kadar air 5,08% dengan tingkat kepadatan lapangan yang didapatkan 103,11%, dan passing 12 kadar air 5,08% dengan tingkat kepadatan lapangan yang didapatkan 73,23%. Sehingga disimpulkan dari jumlah passing 4, 6, dan 12 didapatkan tingkat kepadatan yang tidak memenuhi standar dan passing 8 yang ditemukan memenuhi standar kepadatan.
Sesuai dengan hasil percobaan yang dilakukan dengan menggunakan metode sand cone danjumlah passing Vibrator roller sebanyak 4, 6, 8, dan 12 dengan jumlah kadarair yang bervariasi, maka di dapat bahwa jumlah kadar air saat melakukan pemadatan sangatlah berpengaruh dengan tingkat kepadatan di lapangan. Begitu juga dengan jumlah passing yang cukup banyak dengan kadar air yang rendah juga sangat berpengaruh dengan tingkat kepadatan agregat kelas A. Karena apabila jumlah passing yang banyak dengan kadar air yang rendah dapat menimbulkan kerusakan pada agregat kelas A itu sendiri yang mengakibatkan kepadatan lapangan tidak mencapai standar kepadatan yang disyaratka nyaitu minimal 95%.
| UML-S.2021.0385 | SKR-2021 REF k | Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Luwuk | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain