Buku
Studi Kelayakan Pendirian Pabrik Minyak Daun Cengkeh Di Desa Tombos Kabupaten Banggai Kepulauan
Studi Kelayakan Pendirian Pabrik Minyak Daun Cengkeh di Desa Tombos Kabupaten Banggai Kepulauan. Pembimbing Jurta Latuba dan Chaerul Fahmi Yusuf Minyak daun cengkeh merupakan minyak atsiri yang berasal dari daun cengkeh, ketersediaan daun cengkeh juga dapat berpengaruh pada produksi minyak cengkeh yang berkelanjutan dan stabil, prospek minyak daun cengkeh ini sangat menarik untuk dikembangkan di Desa Tombos mengingat ketersediaan bahan baku yang cukup banyak. Ketersediaan bahan baku yang banyak dan pemanfaatan daun cengkeh yang belum maksimal di Desa Tombos meniadi salah satu masalah, sehingga Desa Tombos menjadi tempat yang potensial untuk pendirian pabrik minyak daun cengkeh. Rumusan dalam penelitian in adalah bagaimana kelayakan pendirian pabrik minyak daun cengkeh di Desa Tombos Kabupaten Banggai Kepulauan. Penelitian in bertujuan untuk mengetahui kelayakan pendirian pabrik minyak daun cengeh di Desa Tombos Kabupaten Banggai Kepulauan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Studi Kelayakan Bisnis (SKB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pabrik minyak daun cengkeh termasuk usaha menegah dan berbadan usaha CV, minyak daun cengkeh memiliki wilayah pemasaran yang luas yaitu di seluruh Indonesia, biaya yang diperlukan untuk mendirikan pabrik minyak daun cengkeh sebesar R 1.132.023.418,00, biaya tersebut terdiri dari biaya investasi dan biaya opersional, kriteria investasi menunjukkan nilai Payback Periode selama 3 tahun, Average Rate Of Return 66%, Net Present Value sebesar p 486.491.387,00, Internal Rate Of Return 27%, dan Profitability Index 1.43, bahan baku yang ada di Kabupaten Banggai Kepulauan 52% berasal dari Kecamatan Peling Tengah dan bahan baku untuk Desa Tombos sebesar 31% dari keseluruhan bahan baku di Kecamatan Peling Tengah, kapasitas pabrik minyak daun cengkeh sebesar 2,8 ton daun cengkeh kering/hari, lokasi di Desa Tombos Kecamatan Peling Tengah, penerapan tenaga kerja 70% berasal dari Desa Tombos dan 30% berasal dari daerah sekitar lokasi pabrik atau desa di sekitar Desa Tombos. Dengan adanya pabrik in akan berdampat terhadap peningkatan berekonomian masyarakat seperti petani cengkeh, rumah makan, dan kios, pabrik menghasilkan limbah padat dan cair, limbah-limbah tersebut dapat digunakan langsung ataupun diolah kembali sebelum digunakan.
| UML-S.2021.0392 | SKR-2020 REF s | Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Luwuk | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain